
Akhir-akhir ini kita saksikan di televisi berkali-kali: coblos kumisnya, coblos kumisnya! hal ini persis sama dengan sebuah jargon pada pemilu 2004 lalu yang masih segar dalam ingatan saya. Coblos moncong putih! Strategi seperti ini adalah strategi yang hebat, cerdas, dan efektif tapi sayang, tidak mendidik. Jargon tersebut tidak memaparkan visi, misi, ataupun tujuan, tidak memaparkan keunggulan dir dan tidak memberikan gambaran jelas terhadap si calon. Tapi jargon tersebut akan mudah diingat oleh orang bodoh sekalipun. memang jargon tersebut ditujukan untuk itu orang-orang yang tidak mau berfikir panjang ataupun pusing memikirkan promosi para calon gubernur, terlebih ditujukan kepada orang yang ‘tidak bisa berfikir’. Jadi si pemilik tidak mau peduli si penyoblos paham atau tidak dengan dirinya tetapi yang dia inginkan bagaimana agar si pemilih mau menyoblos dirinya. hal ini memang boleh-boleh saja dalam kampanye tapi, sekali lagi, TIDAK MENDIDIK!
Agustus 22, 2007 at 12:37 pm
assalamualaikum
menurut saya hal itu wajar sebagai taktik kampanye mengejar kemenangan… emang mulai kapan gerbong pdip mendidik pemilihnya?
wassalam