Susah diajak kegiatan

Menikah… hmmm.. setiap orang pasti ngebayangin enaknya,  kebahagiaannya, de el el. Tapi, pernah ngga ngebayangin susahnya? Murobbiku pernah bilang: akhi, pernikahan itu jangan dibayangkan kesenangannya saja!

Dalam hatiku: ngebayangin gimana? aku kan belom pernah merasakan sebuah pernikahan. Tapi belakangan ini banyak teman-temanku yang menikah dan jadi sulit diajak aktif. kata mereka: “afwan akhi, istri ana harus ana antar jam sekian”, “afwan akhi, istri ana lagi sakit”, “Afwan Akhi, tiap pagi ana ga bisa isteri lagi morning sick, maklum lagi ada ‘isinya'”, dan seterusnya seolah mereka beralih profesi menjadi 1. tukang ojek 2. dokter 3.perawat dan seterusnya. Yaah, mau gimana lagi. Walaupun begitu ada yang beda “beres, ana bisa hadir, isteri biar berangkat sendiri”

Hmmm.. kliatanya repot banget berkeluarga itu. tapi, semoga kelak aku mendapatkan pendamping yang ngga manja dan merepotkan amanah suaminya

Tentang Nail

Seorang Guru Bahasa Indonesia
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

3 Balasan ke Susah diajak kegiatan

  1. zhee99 berkata:

    amiin….ane doain deh😀 ,ya klo nurut ana sih gak usah dibayangin tapi dilakukan😀 ya harap maklum akh…wanita itu kan juga butuh diperhatikan mesq kadang terlihat tegar tapi sesekali mereka juga butuh utk dimanjakan…

    btw sodara antum di Mdn,dimana aja? n jazakallah buat jawaban pertanyaan ane

    Jawab: Saudara ane tinggal di desa Gemagah

  2. Hafez berkata:

    Assalammualaikum

    Biasa…omongan ikhwan bujangan ya gini ini wakakakakak. akhi, kalo iri bilang aja ga usah disamar-samarkan wakakakakak.

    ok mode serius on… hidup ini kan ada tahapan tahapannya to… ada tahapan bujang, pengantin baru, lama menikah dst.semua itu datang secara alami..sama seperti al akh (saya tau siapa yang antum maksud wakakakak) itu… saat ini saatnya dia jadi pengantin baru, ya biar aja..emang prosesnya gitu..nanti makin lama kan sampai juga ke tahap kayak ustad m****** : ga ada pengaruhnya saya nungguin istri melahirkan atau tidak. insyaallah kita semua akan sampai ke tahap itu. jadi untuk saat ini ya kita amati saja, dan lihat apakah kita bisa melaksanakan seperti yang kita keluhkan sekarang🙂

    wassalam

  3. hana berkata:

    serba salah ya…. ketika saya nda mau diantar-antar, karena kasian suami jadi repot + nda praktis & ekonomis ( dr segi waktu + ongkos bis jadi doble) eh…yang lain malah pada heran…n saya dapat gelar akhwat perkasa…. nah lo!!

    jawab: Ya kalo menurut ana sih sebenarnya segala sesuatu perlu dilakukan pada porsinya saja. tidak usah berlebihan. kalo suami tidak ada halangan untuk mengantar, ya apa salahnya mengantar justru itu wajib untuk memupuk cinta. tapi sebaliknya isteri jangan terlalu manja, hingga membuat suaminya hanya menjadi miliknya seorang. padahal seorang da’i kan aset umat bukan aset pribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s