Umat Muslim Terpecah Belah karena Ulah Pemimpinnya

Lebaran kali ini sama dengan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Tidak bareng. Karena ulah para ulama yang ngga pernah mau duduk jadi satu dan menyepakati hari raya yang sama. Akhirnya umat jadi korban: terpecah belah.

usaha untuk mendudukkan para ulama sudah dilaksanakan oleh pemmerintah, namun sayang masih ada yang mbalelo dan mengatakan hendaknya umat belajar untuk bertoleransi. Apa dia ngga mikir, dengan perbedaan yang ia buat ia semakin mempersulit pemupukan rasa persatuan dalam umat ini.

hal ini disebabkan oleh beberapa hal: (1.) Lemahnya takliful qulub para ulama, sehingga kurang ada penghormatan antara satu dengan yang lainnya.(2.) Tingginya rasa Ashobiyyah, sehingga tidak akan terjadi kata mufakat. (3.) Pengaruh Pemikiran Liberal sehingga dalil Aqli didahulukan atas dalil Naqli.

Seandainya Aku jadi pemerintah, Aku akan bertindak tegas agar hasil sidang itsbat dipatuhi semua golongan yang hadir dalam sidang tersebut, menangkap dan memenjarakan yang mbalelo, demi keutuhan umat Islam Indonesia.

Tentang Nail

Seorang Guru Bahasa Indonesia
Pos ini dipublikasikan di Politik. Tandai permalink.

9 Balasan ke Umat Muslim Terpecah Belah karena Ulah Pemimpinnya

  1. AdhiRock berkata:

    Salam kenal Mas,
    Justru apa yg diupayakan pemerintah kemarin untuk menyamakan hari lebaran adl sesuatu yg konyol menurut saya, krn berarti pemerintah telah meng-intervensi wilayah internal sebuah golongan. Apalagi ide Mas jika menjadi pemerintah akan menangkap pihak2 yg mbalelo.. sangat jauh dari spirit Islam itu sendiri. Bagaimanapun kita harus menghargai metode yg digunakan kedua belah pihak. Selama metode itu dan apa yg dihasilkan tdk bersifar ‘sesat’ serta telah masuk dlm forum ijtihad.

    humu li ru’yatihi, wa aftiru li ru’yatihi.

    Mulailah puasa Ramadan dengan melihat bulan sabit (hilal). Dan akhiri bulan Ramadan (yang berarti awal Lebaran) dengan melihat hilal.

    Disinilah terjadi perbedaan penafsiran: yang satu kontekstual dgn mengedepankan ilmu pengetahuan dan satu-nya lagi tekstual.

    Pertama, kata “ru’yah” (Arab, melihat) di Hadits tsb sebagai bermakna “melihat dengan ilmu” konsekuensinya, dgn memakai ilmu hisab/ilmu falak untuk menentukan tanggal 1 Ramadan dan 1 Syawal. (kontekstual)

    Kedua, memahami kata “ru’yah” secara harfiah yang berarti “melihat bulan sabit dengan mata telanjang” Apabila bulan sabit/hilal tidak terlihat pada malam ke-29, maka puasa disempurnakan menjadi 30 hari seperti yang terjadi pada Ramadan 2007 / 1428H ini. (tekstual)

    Dan inilah yg membedakan Islam progresif dan Islam konservatif (kolot). Islam progresif menafsirkan ayat tdk hanya dgn tekstual tapi juga konteksnya, direlasikan dgn ilmu pengetahuan dan perkembangan jaman. Dan Islam sendiri sangat mengedpankan Ilmu Pengetahuan. Sama halnya ketika kita menafsirkan ayat An-Nisa ayat 3 tentang Poligami.

  2. Hafez berkata:

    saya sih setuju dengan penyeragaman. di seluruh dunia, hanya indonesia yang punya dua idul fitri!. saudi arabia yang jadi rujukan banyak aliran di dunia juga cuma punya 1 idul fitri. saya tantang semua saja untuk mencari di berbagai sumber, negara mana di dunia ini yang punya dua idul fitri selain indonesia?

    justru indonesia ini yang konyol…merasa paling benar, trus masing-masing pihak ngotot dengan keakuannya -pokoknya saya-

    saya ndak tertarik adu dalil, mengkaji satu persatu metode..lihat saja faktanya..cuma indonesia yang punya dua idul fitri! ada yang berani bilang ulama’ kita paling benar diantara ulama’ lain di pelosok jagad? makanya…keakuannya dihilangkan dong!

    @ nailul
    untung bukan ente yang jadi pemerintah…penjara kita udah penuh!🙂

  3. hudie berkata:

    Enakan Ru’yat Global, mengikuti pemerintah manasaja yang bisa melihat bulan waktu itu.

    jawab: kita tidak bertindak dengan dasar enak ngga enak, tapi benar atau salah.

  4. Hafez berkata:

    saya ndak setuju dengan hudie karena yang diajarkan rasulullah setau saya bukan global, tapi lokal. saya pernah baca satu riwayat soal ini tapi lain kali aja saya posting🙂

    @ nailul

    ehmmmmmmmmmmmmmmmmm wisuda wisuda wisuda🙂

  5. anas berkata:

    wisuda😕 lagi sibuk toh
    pantes jarang ngeblog😀

  6. Heri Setiawan berkata:

    saya sangat setuju deh……..

  7. vito berkata:

    Wah nanti jadi sengsara sendiri sampeyan mas,malah-malah sampeyan nanti nggak bisa merayakan hari raya karena harus ngurusi orang-orang yang sampeyan penjarakan.lain lagi kalau yang dipenjara itu suruh cari makan sendiri he…he….he…..
    Yang penting kan bagaimana kita bijak untuk mensikapi perbedaan itu,boleh beda asal tidak ada perpecahan dan kebencian antar umat islam.
    Saya sendiri sering beda hari dalam memperingati hari raya dengan istri dan keluarganya,tapi tidak ada rasa benci antara kami

  8. Marullah berkata:

    Atti ullah wa attirrasul wa ulil amri minkum

  9. Nasionalis indo berkata:

    TIGA SEBAB UTAMA UMAT ISLAM SEDUNIA SEJAK ABAD KE-7 HINGGA SEKARANG TIDAK BISA BERSATU :
    1. FANATISME MAZAB DAN SEKTE/ALIRAN
    Sikap yang tidak proporsional, sikap ingin menang sendiri, merasa pendapat mazhab atau kelompok/sekte-nya paling dan pasti benar sedangkan pendapat mazhab atau kelompok lain pasti salah. Yang terjadi kemudian adalah saling menghujat, melecehkan, menyesatkan bahkan mengkafirkan semua pendapat yang berbeda dengan pendapat mazhab atau kelompoknya. SEJAK RASULLULLAH WAFAT, ISLAM SEJAK ABAD KE-7 SAMPAI SEKARANG TIDAK BISA KOMPAK DAN SUDAH HANCUR SENDIRI DARI DALAM KARENA EGOISME PARA TOKOH AGAMA ISLAM MEMBUAT ALIRAN/MAZAB/SEKTE, SEAKAN ADA SUB-RASUL/NABI DIDALAM AGAMA ISLAM. AL-QUR’AN ADALAH FIRMAN TUHAN & HADITS ADALAH PENJELASAN DARI RASULULLAH YG SEHARUSNYA MENJADI PEDOMAN PERSATUAN AKAN TETAPI MENJADI MULTI-TAFSIR , DEBAT & PERANG SESAMA UMAT ISLAM.

    2. TUMBUH BERMBANGNYA NASIONALISME DITIAP NEGARA DIDUNIA
    Penyebab kedua susahnya mewujudkan persatuan umat adalah tumbuh kembangnya wabah nasionalisme. Nasionalisme merupakan suatu ikatan untuk mempersatukan sekelompok manusia berdasarkan kesamaan identitas sebagai sebuah “bangsa”. Paham nasionalisme tak pernah dikenal oleh umat Islam selama 10 abad. Paham ini baru masuk ke dunia Islam ketika Barat melancarkan penjajahan ke negeri-negeri Islam sejak abad ke-17 M. Bersamaan dengan penjajahan fisik, Barat dipimpin oleh Inggris dan Prancis juga menyebarkan paham nasionalisme kepada umat Islam, tujuannya jelas adalah untuk melemahkan persatuan umat Islam dan Daulah Islam yang ujung-ujungnya memecah belah umat dan melanggengkan penjajahan mereka di tanah umat Islam. Bukti keberhasilan Barat memecah belah umat Islam adalah dengan berdirinya lebih dari 50 negara bangsa (nation-state) dalam dunia Islam, sesuatu yang tak pernah terjadi dalam tubuh umat Islam selama lebih dari 13 abad. NASIONALISME PERSATUAN BANGSA NUSANTARA SUDAH ADA SEJAK ABAD KE-8. NASIONALISME BANGSA NUSANTARA DIBANGUN OLEH KERAJAAN KONFEDERASI SRIWIJAYA, MAJAPAHIT, PAMALAYU. NILAI BUDAYA LUHUR PERSATUAN (BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH). KEDATANGAN AGAMA ISLAM, KATOLIK, KRISTEN PADA KENYATAANNYA MENGHANCURKAN BUDAYA KONFEDERASI NASIONALISME NUSANTARA BAHKAN MENJAJAH DAN MENDIRIKAN KERAJAAN2 ISLAM MEMECAHBELAH BANGSA NUSANTARA.

    3. PESIMISME/PASRAH KEADAAN PERPECAHAN ISLAM
    Sikap pesimisme, pasrah dengan keadaan dan keputusasaan terhadap kondisi perpecahan umat islam sejak abad ke-7 sampai sekarang. Sikap ini kemudian menjadikan banyak umat Islam yang tak lagi bersemangat untuk mewujudkan persatuan umat, mereka menganggap upaya tersebut hanyalah upaya yang sia-sia, tak akan berhasil bahkan utopis. Hal ini juga menjadikan sebagian pejuang Islam mengambil sikap pragmatis, kompromi dengan cara-cara di luar Islam yang dianggap akan lebih cepat membuahkan hasil. Realita dan kondisi empiris dijadikan tameng dan pembenaran untuk mengambil langkah pragmatis dan kompromistis tersebut, padahal hal tersebut menyimpang dari garis yang ditetapkan agama Islam. Dan sikap ini sebenarnya akan semakin menjauhkan umat Islam dari persatuannya yang hakiki. KELOMPOK2 ISLAM DENGAN BERBAGAI MAZAB/SEKTE/ALIRAN TELAH MENJEBAK UMATNYA SULIT UNTUK BERSATU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s